Rabu, 17 September 2014

5 Pertanyaan yang akan menuntun Anda Tips Sukses Bisnis

Berikut 5 Pertanyaan yang akan menuntun Anda Sukses Bisnis :

1. Apakah Anda siap dengan tekanan sosial?

Jika Anda memiliki teman dan keluarga yang bukan entrepreneur, mereka tidak akan benar-benar memahami apa yang ingin Anda capai dan tekanan akan menjadi lebih tinggi.

Saya sangat peduli tentang apa yang orang lain pikirkan tentang saya, saking pedulinya hingga menghancurkan hidup saya.

Saya begitu keras pada diri saya sendiri dan menghukum diri dengan lebih banyak pekerjaan sehingga saya bisa mengumumkan kesuksesan saya sesegera mungkin. Hingga akhirnya saya menyadari bahwa tidak ada yang peduli tentang saya. Jadi, kenapa saya harus peduli pendapat mereka?

Anda tidak lebihnya ibarat sebuah status di Facebook yang hanya diperhatikan selama sesaat. Pada tahun 2014, tidak ada yang memiliki waktu untuk mempedulikan orang lain di dunia yang ramai ini.

Jika Anda terlalu peduli tentang apa yang orang lain pikirkan, Anda akan menghabiskan waktu untuk membuktikan bahwa Anda sukses, alih-alih berfokus pada startup Anda.

Nikmati hidup Anda. Saya sendiri telat melakukannya.
2. Apakah Anda single atau mempunyai pasangan yang sangat mendukung?

Ketika dewasa, kita menghabiskan lebih banyak waktu kita dengan pasangan dibanding dengan teman atau keluarga. Meskipun saya beruntung memiliki pacar yang luar biasa, saya sedih melihat banyak teman entrepreneur putus dengan pacar mereka.

Melakukan bisnis Anda sendiri adalah hal yang sulit – lebih sulit daripada yang saya bayangkan. Pikiran Anda akan terus-menerus kacau dengan sejuta hal dan tidak ada orang lain, termasuk pacar Anda, yang memahaminya.
3. Apakah Anda memiliki uang yang cukup untuk bertahan setidaknya satu tahun?

Jika ya, bagus. Kemudian kalikan jumlah itu setidaknya tiga kali lipat karena Anda akan kehabisan tabungan Anda lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Sepanjang jalan, akan ada banyak biaya tak terduga, biaya akuntan, biaya untuk urusan legal, iPhone atau PC yang rusak, dan sebagainya.

Bersiaplah untuk sebuah rumah kontrakan kecil, porsi makanan yang lebih sedikit, atau menghitung uang receh Anda, yang mungkin tidak pernah Anda pedulikan sebelumnya.

Beberapa bulan sebelum Anda benar-benar kehabisan uang adalah masa yang sangat sulit, dan tekanan akan semakin berat hingga Anda tidak akan dapat tidur dengan nyenyak.

Sukses akan datang dengan lambat, dan uang akan cepat habis. Anda harus cerdas untuk merencanakan semua hal dari hari pertama.
4. Apakah Anda siap hanya tidur beberapa jam per hari?

Setelah keluar dari dunia perusahaan konsultansi, saya berpikir akhirnya bisa mewujudkan mimpi saya dengan bekerja dimanapun saya mau – sampai akhirnya saya membaca kutipan dari Lori Greiner berikut:


Entrepreneur rela bekerja 80 jam per minggu untuk menghindari bekerja 40 jam per minggu.

Semuanya dimulai dengan bangun di tengah malam. Pada awalnya, saya terlalu bersemangat tentang ide-ide saya yang begitu banyak. Saya tidak bisa menunggu sampai pagi tiba.

Kemudian datang fase melebih-lebihkan. Saya bekerja terlalu banyak karena saya merasa tidak pernah cukup mengerjakan ide saya dan saya ingin berbuat lebih banyak lagi. Namun, semakin lama saya bekerja dan semakin larut saya tidur, saya semakin sulit tertidur dan semakin rendah kualitas tidur saya.

Hasilnya, dua hingga tiga hari per minggu kinerja saya menjadi tidak produktif.

Jangan terlena dengan gambar Instagram saya di atas. Jangan tertipu oleh berita investasi tentang founder startup yang menjadi miliarder. Ada cerita yang menyakitkan di balik itu semua, malam tanpa tidur, dan penolakan terus-menerus serta kegagalan. Perjalanan menuju kesuksesan sangatlah panjang, bahkan seringnya, terlalu panjang.
5. Bagaimana Anda mendefinisikan sukses?

Setiap orang memiliki daftar prioritas yang berbeda dalam hidup. Bagi kebanyakan orang, uang adalah prioritas nomor satu dalam daftar mereka, sementara yang lain lebih mementingkan keseimbangan kehidupan pribadi dan kerja. Akibatnya, setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda.

Tergantung pada definisi sukses Anda, kesulitan perjalanan entrepreneurship Anda akan berbeda juga. Jika uang dan ketenaran adalah hal yang paling penting bagi Anda, perjalanan entrepreneurship Anda mungkin akan lebih sulit.

Ingat kata-kata bijak Ernest Hemingway: Memang baik untuk memiliki akhir dari sebuah perjalanan; tapi pada akhirnya, perjalanannya lah yang penting.

Entrepreneur sukses tidak selalu orang-orang yang mendapat investasi jutaan dollar. Jangan lupa, mereka adalah satu dari sejuta.

Bagaimanapun, ada ribuan pemimpi di luar sana yang berhasil menjalankan startup mereka secarabootstrapping atau hidup dengan baik secara mandiri, tapi bahkan mereka tidak diliput di berita teknologi.

Tidak peduli seberapa kacau hidup Anda karena entrepreneurship atau sebera sulit nantinya, nikmati perjalanannya dan terus ikuti passion Anda. Seperti kata Tony Gaskin:

Jika Anda tidak membangun mimpi Anda, seseorang akan mempekerjakan Anda untuk membangun mimpi mereka.

Artikel ini pertama kali dirilis di Oleh Ali Mese | Tech in Asia ID  Medium.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Kiat Kaya Dengan Berdagang : Awas Bahaya Monsters Pasar Modern

Di Indonesia 1,625 Juta Pedagang Pasar Bangkrut Akibat Pasar Modern


Suasana di salah satu pasar tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Pedagang Pasar Indonesia (SPPI) mengeluhkan sedikitnya 1,625 juta pedagang pasar tradisional terpaksa gulung tikar akibat menjamurnya pasar modern,minimarket dan hipermarket. Presiden SPPI Burhan Saidi mengatakan, data terbaru pedagang pasar sebanyak 12 juta orang. Namun, keberadaan pedagang pasar lama kelamaan akan tergeser oleh pasar modern.

“Adanya ribuan minimarket membuat pedagang mengalmi penurunan omzat, bahkan sampai bangkrut,” ujarnya saat pidato sambutan deklarasi SPPI di Jakarta, .

Dia menyebutkan, pada 2007 jumlah pedagang pasar sebanyak 12.625. 000. Tetapi pada 2008, jumlah pedagang pasar tinggal 11 juta. “Dengan demikian selama satu tahun terjadi penurunan 1.625.000,” tuturnya.

Dia khawatir, jika hal ini terus dibiarkan, maka pedagang pasar tergusur. Dia menambahkan, belum lagi karena revitalisasi pasar, belum tentu para pedagang pasar dapat menempati kios lamanya lagi. “Bisa jadi kios itu diisi oleh pedagang baru,” ucapnya.

Belum lagi perdagangan bebas (AFTA) 2015 yang didepan mata bukan hal yang main-main. Dia menegaskan, kapitaliseme tidak pernah memihak rakyat kecil, dan menghilangkan prinsip ekonomi kerakyatan. Dia menuding regulasi peraturan presiden (perpres) dan peraturan menteri perdagangan (permendag) yang ada selama ini substansinya tidak berpihak pada pedagang.

“Semangatnya mengarah pada perdagangan bebas, dimana ada dominasi peritel besar,” ucap Burhan.

Dia menegaskan, fenomena itu tentu melawan ekonomi kerakyatan. Padahal, tambahnya, mereka penggerak ekonomi rakyat. Menurutnya para pedagang pasar berhak mendapartkan kesejahteraan sama seperti kita (masyarakat lainnya). Dia berharap Pemerintah harus serius. “Peran pemerintah menjaga kesejahtaraan pedagang dan tidak menggeser padagang yang bertahun-tahun ada,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah melakukan perlindungan terhadap pasar, Pembatasan kuota, jumlah toko modern sampai mengatur lokasi dan jarak pasar modern. “Kami berharap ada pengaturan perijinan,” tuturnya.

Pihaknya memberikan apresiasi penuh kepada pemerintah untuk mempercepat disahkan Rancangan Undang -Undang (RUU) perdagangan yang kini sedang dibahas. “Karena disahkannya itu menjadi payung hukum untuk pemerintah pusat mengintervensi terhadap pemerintah daerah (pemda) yang berlindung dibalik otonomi daerah,” ujarnya.

Senin, 28 Juli 2014

Pesantren Unggulan di Serang Banten


Apakah ada Pesantren Unggulan di Serang Banten ? dimana alamat Pesantren Unggulan di Serang Banten ? apa saja yang menjadi program Pesantren Unggulan di Serang Banten ? apakah anda dapat melihat dan meneliti kurikulum Pesantren Unggulan di Serang Banten ? siapa saja yang terlibat dalam manajemen Pesantren Unggulan di Serang Banten ?

Berikut adalah Pesantren Unggulan di Serang Banten :
  1. Pesantren Bisnis SMP IT BOARDING SCHOOL UNGGULAN Istana Mulia di Anyer Carita 
  2. Pondok Pesantren Darul Qolam. yaitu pondok pesantren yang ada di daerah Balaraja Tangerang Banten. namun dalam searching ini link yang muncul bukanlah website resmi pesantren tersebut, melainkan link website Wikipedia yang menampilkan profil pesantren Darul Qolam.
  3. Pondok Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3. pesantren ini adalah pesantren cabang ke 3 dari pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. dan letaknya berada di kecamatan Pabuaran Serang Banten.
  4. Pondok Pesantren Almubarok. kali ini link yang muncul juga bukan website resminya, tapi hanya link ke fanpage facebook saja. pesantren ini terletak di kecamatan Sumur Pecung Serang Banten.
  5. Pesantren Unggulan di Serang Banten adalah Pondok Pesantren Nurul Fikri. pesantren ini terletak di perbukitan yang hijau daerah Cinangka Serang Banten.
  6. Pondok Pesantren Nurul Ilmi. Pesantren ini juga merupakan cabang Darunnajah Ulujami yang ke 14. letaknya pun sama dan tidak terlalu jauh dengan cabang ke 3 yaitu Al-Manshur.
Demikian 6 Pesantren Unggulan yang jadi Favorit versi searching menggunakan

Kamis, 03 Juli 2014

kiat Kaya : Belajar dari Amancio Ortega, Anak Buruh Kereta Api yang Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia



Amancio Ortega: Anak Buruh Kereta Api yang Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia
Setelah Bill Gates dan Carlos Slim Helu, ada nama seorang Amancio Ortega Gaona sebagai orang terkaya di dunia. Hanya sedikit yang pernah mendengar namanya. Memang, profilnya sangat rahasia. Dia menghindari tampil di muka umum, dan menolak semua permintaan wawancara. Sampai tahun 1999, tidak ada foto Ortega yang pernah diterbitkan di manapun.

Namun, jauh di belahan bumi lainnya, di Paris, Milan, New York, bahkan Indonesia, Ortega berhasil membangun kerajaan fashion yang menjangkau lebih dari 80 negara. Anda pasti mengenal Zara. Ya, Ortega adalah pendiri Zara. Dan net worth Ortega diperkirakan mencapai $ 56 miliar.

Akan tetapi, siapa sangka bahwa orang terkaya ketiga di dunia ini berasal dari keluarga pelosok yang miskin? Ortega adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Ia lahir di Busdongo de Arbas, sebuah dusun berpopulasi 60 orang di Spanyol, pada tahun 1936, ketika Perang Saudara meletus di Spanyol. Ayahnya bekerja sebagai pekerja kereta api, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Ketika Amancio masih kecil, keluarganya pindah ke La Coruña. Di sana, rumahnya tidak lain adalah sebuah rumah petak yang berbatasan dengan rel kereta api yang sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja rel kereta api.

Amancio mungkin akan bergabung ke dalam industri kereta api juga, jika tidak mengalami satu malam yang mengubah hidupnya, ketika dia berusia 13 tahun. Berjalan pulang dari sekolah, ia dan ibunya berhenti di sebuah toko lokal, di mana sang ibu memohon agar boleh berhutang.

“Dia mendengar seseorang berkata, ‘Señora, saya tidak bisa memberikan ini kepada Anda. Anda harus membayarnya,” kata Covadonga O’Shea, seorang teman lama Ortega yang menjalankan sebuah sekolah fashion di Universitas Navarra di Madrid dan menulis biografi resmi tunggal dari Ortega, The Man From Zara. “Dia merasa begitu terhina, sehingga ia memutuskan ia tidak akan pernah kembali ke sekolah.”

Nyaris remaja, Ortega menemukan pekerjaan sebagai pelayan toko untuk pembuat baju lokal bernama Gala. Pada 16, Ortega menyimpulkan bahwa uang bisa didapatkan dengan cepat ketika dia bisa memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan, daripada membeli stok dengan harapan akan menjualnya habis. Maka, dia harus mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan orang lain, kemudian membuatnya. Ortega kemudian menemukan lingkungan yang ideal: Galicia. Dengan sedikit kesempatan kerja, ribuan orang melaut. Mereka meninggalkan istri mereka berjuang sendirian di rumah.

“Para wanita akan melakukan apa saja untuk sedikit uang, dan mereka benar-benar pandai menjahit,” kata Blanco, yang ikut menulis sebuah buku biografi tidak resmi berjudul Amancio Ortega: From Zero to Zara.

Ortega mulai mengorganisir ribuan perempuan membentuk korporasi menjahit. Memiliki uang tunai yang cukup, Ortega membuka toko pertamanya di tahun 1975, dua blok dari tempat kerjanya di masa remaja, Gala. Dia menamakannya Zara.

Butuh waktu 10 tahun bagi Ortega untuk mendirikan perusahaan induk, Inditex, dan membuka gerai internasional pertamanya di Portugal, yang mana sumber daya manusianya lebih murah daripada Spanyol.

Kini gerai baru Zara akan terbuka setiap harinya. Toko ke 6.000 Inditex baru saja diluncurkan di London Oxford Street. Sekarang, ada 46 toko Zara di Amerika Serikat, 347 di Cina, dan 1.938 di Spanyol.

Ortega membangun kerajaannya pada dua aturan dasar: Berikan pelanggan apa yang mereka inginkan, dan berikan lebih cepat daripada orang lain. Kedua prinsip yang dipelajarinya dari Gala inilah yang jadi rahasia sukses menakjubkan Inditex.

Di dalam pabrik Inditex tampak seperti dunia sci-fi bercampur dengan bagian ritel kuno. Operasi mereka didasarkan pada dua aturan dasar Ortega. Hal ini membuat mereka mampu terus restocking dengan kecepatan tinggi. Karyawan Inditex bekerja cepat dan efisien: Desainer menciptakan sekitar tiga item sehari, dan pembuat pola memotong satu sampel dari masing-masing. Dan di samping mereka, duduk seorang spesialis komersial penjualan, masing-masing dengan keahlian regional, yang membedah selera dan kebiasaan pelanggan menggunakan laporan penjualan dari manajer toko Zara untuk melihat apa yang memiliki daya jual tinggi dan apa yang pelanggan cari.

Yang mengherankan, Ortega tidak pernah memiliki kantor. Bahkan sekarang, orang ketiga terkaya di dunia itu duduk di meja di ujung ruang kerja terbuka di bagian pakaian wanita. Ortega lebih memilih kain untuk disentuh daripada memo untuk dibaca.

Gaya kerja Ortega dan kemampuannya untuk terhubung dengan setiap karyawan, bahkan karyawan tingkat rendah menaikkan pertanyaan yang menarik: Apakah gaya eksekutifnya akan lebih hirarkis dan konvensional jika ia berasal dari sebuah keluarga istimewa dan dengan gelar MBA , bukan dari kemiskinan dan sedikit pendidikan? “Kemiskinan jelas membentuk siapa dia,” kata Blanco, penulis biografi tidak resmi itu. “Ada rasa lapar akan kesuksesan di sana. Tunjukkan setiap petinju hebat yang tidak berasal dari latar belakang semacam ini. ”

Semi pensiun, Ortega kini tinggal rumah lima lantai menghadap di laut di daerah La Coruña, di jalanan kota yang sibuk, dengan keamanan yang jelas sedikit. Dia makan sarapan setiap pagi (telur dan kentang goreng) dengan kenalannya di klub pengusaha La Coruña, dan beristirahat di akhir pekan ke rumah keluarga besarnya, di mana dia mengguling kambing dan ayam bakar dan mengumpulkan anak-anaknya yang sudah dewasa. Seperti sebuah kebiasaan, Ortega akan mencurahkan waktu seminggu dalam setahun untuk mendaki rute ke Galicia.

Zara bisa saja berubah. Akan tetapi orang yang membangun raksasa ritel itu akan selalu jadi pahlawan bagi yang berasal dari sebuah pedusunan. Pernah, ketika bepergian ke pembukaan gerai Zara di Manhattan, Ortega menyaksikan pembeli tumpah-tumpah di luaran gerai. Dia begitu terharu sampai harus mengurung diri di kamar mandi dan menangis. “Tidak ada yang boleh melihat air mata mengalir di wajah saya,” katanya kepada O’Shea. “Dapatkah kamu membayangkan bagaimana jika orang tua saya melihatnya? Betapa bangganya mereka karena putra mereka telah menguasai Amerika, mulai dari kota kecil yang hilang di penghujung utara Spanyol!”

Sumber kiat Kaya : Belajar dari Amancio Ortega, Anak Buruh Kereta Api yang Jadi Orang Terkaya Ketiga, http://studentpreneur.co/amancio-ortega-anak-buruh-kereta-api-yang-jadi-orang-terkaya-ketiga-di-dunia/di Dunia
Bookmark and Share