Rabu, 01 Juli 2009


Sabili sdh tidak Fair tentang DBS?

Saya tertarik untuk menanggapi tulisan sabili yang menyoroti DBS dan terkesan sdh menghakimi DBS adalah haram.

Apakah Karena DBS belum ada fatwa MUI Nasional jadi seakan-akan dia haram seperti jual beli BABI. Atau karena faktor lain, atau mungkin ada orang-orang yang merasa DBS adalah ancaman? sama seperti sesama partai Islam, diantara meraka ada yang saling fitnah dan memojokan?Benarkah

Siapa Ahli Fatwa dari kalangan ulama Faqiiih yang sdh mengharamkan DBS dan apa dalilanya? Apakah fatwa bisa diambil karena pendapat seorang komentor atau pengamat saja. Atau ulama hanya mengambil fatwa Ulama bukit Tinggi... Lho katanya kalau halal harus melalui MUI Pusat bukan Propinsi... Tapi kalau haram bisa MUI kabupaten... Bagaimana sih logikanya?

Mengapa Sabili tdk membahas hukum belanja di mall yang sekarang sdh jadi hobi ummat Islam. Mall yang sdh banyak mematikan pedagang kecil, yang notabene ummat Islam. Padahal produk Mall banyak bersal dari Yahudi. Kenapa sabili atau orang pintar dan sholeh tidak membahas lebih jauh MLM lainnya yang 99% tidak jelas siapa pemiliknya, kemana untungnya. bagaimana transaksinya?

Bukankah Syarat Halal adalah ?
1. Produk yang dijual harus halal, terbebas dari unsur riba 2. Akad dasar transaksi harus terbebas dari jahalah (ketidakpastian)
3. Harus ada kesepakatan yang jelas apa yang didapat si pembeli, dan apa yang tidak didapat.
4. Marketing plan harus adil, terbebas dari dzulm (kedzoliman)
5. Transaksi keuangan harus terbebas dari riba, harus melalui Bank syariah dan asuransi syariah.
6. Corporate culture perusahaan, seperti jilbab bagi kaum hawa, dan budaya salam harus diperhatikan.
7. Perhatian kepada ekonomi umat. Jangan sampai menguras devisa hanya untuk produk asing, sedangkan umat hanya dijadikan pasar.

Apakah DBS menurut Anda tidak masuk kreteria syariat ini? Lalu perusahaan apa di Indonesia ini yang memenuhi syarat di atas? Perusahaan apa yang jadi harapan 23 juta pengganguran dan 31 orang fakir?

Saya sangat senang jika Sabili dan para komentator itu menjukan solusinya, biar ummat ini bisa bergabung dengan perusahaan itu, kemudian membelanya, supaya kita bisa bangkit bersama. Bukan justru menjadikan 2 juta anggota DBS resah...

Saya mendapat kesan, setiap ada perusahaan muslim dan dikelola muslim muncul, yang ada adalah kontroversi. dulu MS-Net, MQ-Net, Persada, HPA, kini yg diributkan DBS?

Saya khawatir kita terlena dengan debat, sedangkan setiap hari muncul jutaan perusahaan non muslim, dan suksesnya ribuan perusahaan yahudi yang dibela mati-matian oleh anak bangsa yang mengaku muslim ini.

Sudahkan Anda bertanya kepada orang yang bergabung dengan DBS secara tuntas. Apakah mereka Ridho atau tidak di DBS? dapat Rugi atau mereka dapat untung?

Jika DBS money games dan dapat dibuktikan merugikan orang lain/konsumen. saya lebih senang diadili saja di pengadilan. Atau jika DBS benar maka saya lebih suka yg pada komentar miring tentang DBS dibawa saja kepengadilan... karena justru komentar itu makin meresahkan ummat... Khan lumayan ada pasal yang hukumannya 6 tahun penjara bagi pencemaran nama baik. ..

Bagaimana menurut Anda?

Bukankah Al-Aslu fi mu'amalah halal... (Asas dari mu'amalah adalah halal... kecuali jika ada dalil qothi' (pasti) yang mengharamkannya. Jika ada ulama sekaliber Yusuf Qordowi mengahramkan dengan ijma ulama, maka ummat Islam wajib keluar dari DBS.

Apakah ummat harus keluar DBS hanya karena fatwa seorang yang bukan ahli Fatwa?

Kenapa kita tidak membiasakan diri istikharah, jika ragu akan sesuatu. atau Membudayakan tabayun (klarifikasi) dari orangnya langsung/perusahaan yang bersangkutan dan para anggota DBS? Dalam artikel sabili ini, terus terang sangat memojokan dan sangat tendensius sekali. Dan siapapun yang membacanya akan mengatakan bahwa DBS haram, minimal syubhat. Jika tida itu semua tuduhan itu tidak benar, apa pertanggung jawaban sabili...

Pesan bagi Anggota DBS : Lanjutkannnn..........

2 komentar:

  1. Sabili bukan tidak adil, tapi terbuka. Sabili memberitahu orang yang belum tahu agar bisa mendapatkan pengetahuan lebih. Tidak semua orang mencerna pendapat orang lain secara mendalam, ada yang hanya mencerna sebagian tapi sudah mengiyakan karena kondisi yang ditawarkan tersebut menarik. Lebih baik kita semua mencerna apa yang dimaksud dari sebuah kritik. Setelah itu kita bisa mencari tahu kebenaran yang ada, lalu dikaji ulang. Setelah itu barulah kita mengambil sebuah keputusan.

    Ini negara demokrasi, kita harusnya bebas memberikan pendapat. Baik ataupun kurang baik sebaiknya pendapat itu dihargai. Blog juga diciptakan untuk membebaskan kita untuk berpendapat. Kalau kita terburu-buru untuk segera naik darah setelah mendengar komentar miring, nilai demokrasi di negara kita sudah melemah.

    Menurut saya mall tidak akan mematikan pedagang kecil. Karena semua pasar sudah mempunyai segmennya sendiri. Toh pasar juga tidak tutup dengan adanya mall. Untuk orang yang masuk dalam ekonomi lemah justru akan lebih meramaikan pasar daripada mall.

    Bukan perusahaan muslim lah yang jadi sasaran, tapi dari pengelolaannya. Orang muslim tidak semuanya perfect. Akan terjadi kesalahan kecil maupun besar yang bisa dilakukan manusia. Semua itu bisa terjadi karena disadari maupun tidak disadari.

    Saran saya: Kajilah semua pendapat yang pro maupun kontra, semua akan menjadikan sebuah kesimpulan yang bisa memuaskan banyak orang. Terima kasih.

    BalasHapus
  2. DBS bangun Masjid, Islamic Center, khitanan masal dan santuni 1.000 anak yatim

    Meriah dan penuh hikmah, itulah kesan dari Tabligh Akbar, khitanan massal & peresmian wakaf tanah untuk pembangunan islamic center DBS & Masjid al-fadhillah, yang diadakan pada hari minggu, 26 juli 2009.

    Hajat DBS atau DFI ini dimulai pada pukul 08.00-15.00 wib, diadakan di halaman di surapati core, jl phh mustofa no.39 bandung. Dihadiri tidak kurang dari 2000 orang dari berbabagi perwakilan daerah.

    Febrian Agung Dirut PT DFI / DBS dalam sambutannya mengucapkan terimaksih kepada semua pihak terutama para member yang telah berkontribusi terhadap perekonomian ummat ini, sehingga dapat memulai pembangunan wakaf masjid dan Islamic center. Dia juga merasa bahagia bahwa PT DFI sudah banyak diakui oleh perusahaan besar seperti Bank Muamalat, Bank Mandiri, BCA, Bank Bukopin, BRI dll. Dan diakui juga oleh tokoh dan ulama serta pemerintahan.

    Tablig akabar ini sangat mengharukan jama’ah, terutama ketika mendengar statement langsung MUI Jawa Barat, yang mengatakan bahwa DBS adalah bisnis legal, halal dan dianjurkan kepada Ummat, walau butuh waktu 3 bulan untuk mempelajarinya. Bahkan secara tidak langsung Prof Dr.Miftah Farid menyarankan ummat Islam untuk bergabung dengan DFI ini dengan niat karena Allah. Saran ini langsung disambut sukacita, salah satunya oleh Ketua Departemen Sosial dan Ekonomi MUI Jawa Barat KH. Arsyad yang memberikan sambutan dalam acara tablig akbar ini. Beliau langsung bergabung dengan mengambil 7 hak usaha (7 HU). Al-Hamdulillah...

    Tabligh Kabar ini menampilkan Dewan Pakar Syariah Nasonal, sekaligus dewan Pengawas Syariah DBS, Ust. Dr. Muh. Syafii Antonio. Doktor keturanan China dan anak dari pendeda Konghuchu Klanteng Sukabumi ini menekankan pentingnya kaya raya dunia akhirat dan penerapan syariah secara real dalam kehidupan sehari-hari. “Bapak ibu sekalian mau pilih yang mana menjadi miskin yang sabar atau kaya tapi bersyukur? Tanya Syafei. “Orang Kaya yang bersyukur” sahut jama’ah serempak. “Semoga bapak ibu yang hadir disini kaya raya dunia akhirat, bisa melaksanakan haji dengan keluraga. Ayo kita niatkan dan berdo’a, kemudian menabung di Bank dari usaha yang dibangun di DBS”, tambah Syafei.

    Selesai Syafei Antonio, disusul dengan ceramah dari KH. Abdullah Gymnastiar. Komisaris DBS ini datang dari Daruttauhid menakiki motor bebek butut kesayangannya. Padahal jarak tempuh DT dan kantor DFI sekitar 15 KM. Sambutan jama’ah begitu luar biasa, sepertinya kerinduan kepada sosok AA yang sangat sederhana dan memikat hati ini tertumpah dalam acara itu.

    BalasHapus

Daftar Blog Pesantren Bisnis (ENTREPRENEUR ACADEMY) TAMAN WISATA PENDIDIKAN ISTANA MULIA

Daftar Blog Wiata Saya

Pesantren Bisnis - Pesantren Wirausaha (Entrepreneurs Academy) Berbasis Al-Quran dan Informasi teknologi (Wajib Bawa Paspor, LapTop dan HP android). Pesantren bebas bisnis online, bebas berekspresi, bebas menyalurkan bakat, bebas polusi dekat gunung dan laut), bebas biaya bagi yatim dan dhuafa berprestasi. Kami Meyakini bahwa Semua Anak adalah BINTANG.

E-mail : smpitistanamulia@gmail.com di cc ke ayi.okey@gmail.com Info SMP IT IM Telp. 081284027951 - 08568933861 Info SMK IT IM 081290220052 – 08568933910 - 08821152 Daftar Online Klik disini.